Jumat, 04 November 2011

Zuckerberg Masuk 10 orang paling berkuasa

Zuckerberg Masuk 10 Orang Paling Berkuasa
Mark Zuckerberg di depan komputernya (mark-zuckerberg.net)
 

   Pencipta media sosial terpopuler di dunia saat ini, Mark Zuckerberg, masuk sebagai 10 orang paling berkuasa di dunia versi Forbes. Pendiri Facebook ini peringkatnya melonjak menjadi peringkat 9 dari sebelumnya peringkat 40 dunia pada 2010 lalu.

Mahasiswa drop-out dari Harvard University ini menjadi orang termuda yang masuk dalam daftar itu. Karena Zuck, begitu dia biasa disapa, masih berusia 27 tahun.

Forbes menyebutkan, apa yang gagal dilakukan CIA dalam waktu 60 tahun, kini berhasil dilakukan Zuck dalam kurun waktu tujuh tahun. Anak muda itu kini berkuasa dalam hal mencari tahu apa yang dipikirkan oleh 800 juta orang, atau 10 persen dari populasi dunia, apa yang dibaca, didengarkan, ditambah apa yang mereka ketahui, sukai, di mana mereka tinggal, perjalanan mereka, apa yang mereka pilih, toko yang dikunjungi, serta keyakinan relijius mereka.

Pengguna internet di Amerika Serikat lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengunjungi laman Facebook atau rata-rata 6,3 jam per bulan dibanding situs lainnya.

Zuck saat ini membuat sistem keuangan sendiri, Facebook Credits, untuk memfasilitasi transaksi dan keuntungan pengguna. Dengan kekayaan bersih sekitar US$17,5 miliar atau senilai Rp157 triliun, Zuck tercatat sebagai orang terkaya ke-14 di Amerika dalam 400 orang terkaya Amerika versi Forbes pada September lalu.

Pria lajang ini juga tercatat sebagai miliuner dunia pada urutan ke-52 dan urutan ke-22 di Amerika Serikat pada Maret lalu.

Tapi Zuck bukan satu-satunya, penghuni Silicon Valley yang masuk daftar 10 besar paling berkuasa versi Forbes. Pendiri Microsoft Bill Gates malah berada di atas Zuck, yaitu peringkat kelima.

Tapi keberadaan Gates di dalam daftar bukan sebuah kejutan. Karena selama ini Gates dikenal sebagai orang terkaya di dunia, sebelum digeser oleh Carlos Slim. Tahun lalu, Gates juga masuk peringkat 10 dalam daftar orang paling berkuasa versi Forbes.

Selain itu, penghuni Silicon Valley lain yang masuk ke dalam daftar orang paling berkuasa versi Forbes adalah pendiri Google Larry Page dan Sergey Brin yang berada di peringkat 30, CEO Amazon Jeff Bezos di peringkat 40, dan CEO Apple Tim Cook di peringkat 58.
• VIVAnews
Selengkapnya...

Kapal perang Kubilai KHan Ditemukan di Jepang

Dunia


Kapal dari armada invasi Kubilai Khan ini ditemukan 25 meter di bawah permukaan laut.

Ilustrasi Armada Laut Mongol (crackedcdn.com)
 
 
     Ahli arkeologi kelautan Jepang menemukan kapal, yang diduga armada pasukan Mongol dari abad ke-13. Temuan arkeologi ini ditemukan 25 meter di bawah permukaan laut, di lepas pantai Nagasaki, Jepang.

Arkeolog Jepang ini berharap mereka bisa merekonstruksi pecahan keramik dari Dinasti Yuan, dari kapal milik armada Kubilai Khan ini. Mongol menguasai Cina sejak 1271 hingga 1368, dan saat itu Kubilai Khan mendirikan Dinasti Yuan di Cina  yang meliputi wilayah Cina dan Mongolia saat ini.  Adapun kapal ini diduga sebagai kapal dari armada kedua Mongol (yang terdiri dari 4.400 kapal perang), yang hilang tahun 1281.

Untuk meneliti kapal ini, arkeolog membuat kotak dan grid di lambung kapal yang memiliki panjang 12 meter ini. Ini dilakukan untuk membantu identifikasi dan mengenali karakter kapal perang berukuran panjang 20 meter ini.

"Penemuan ini sangat penting. Kami berencana terus mencari sesuatu yang bisa membantu mengungkap informasi mengenai keseluruhan kapal," kata Yoshifumi Ikeda, profesor arkeologi di Univeritas Ryukyus, Okinawa.

Kapal ini merupakan kapal pertama yang ditemukan utuh, sebagian besar badan kapal masih menempel, bahkan dengan paku. Para peneliti menyebut dalam kondisi baik untuk preservasi. Bahkan, para peneliti bisa mengetahui kalau kapal ini dicat dengan warna abu-abu terang.

"Saya percaya kami bisa lebih memahami  kemampuan membuat kapal saat itu, yang saat ini telah mengalami perubahan di kawasan Asia Timur," ujar Ikeda.

Lebih dari 4.000 artefak ikut ditemukan bersama reruntuhan kapal. Antara lain, keramik, bata untuk keseimbangan kapal, bola-bola meriam, dan jangkar batu. Semua temuan itu terhubung dengan armada yang digunakan Dinasti Yuan untuk menginvasi kawasan lain. 

Upaya armada laut Dinasti Yuan untuk menguasai Jepang yang dimulai pada 1274 berakhir bencana. Armada laut ini kemudian hancur oleh badai besar yang dikenal dengan nama "Kamikaze".
• VIVAnews
Selengkapnya...